ISPA Meningkat karena Asap, Pemprov Riau Sediakan Rumah Oksigen Gratis 
Kamis, 08-10-2026 - 16:25:18 WIB
Kabut asap di Pekanbaru
TERKAIT:
   
 

Berkabarnews.com, Pekanbaru - Akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung mereda, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan bronkitis di Provinsi Riau melonjak selama bulan Agustus hingga September 2026.  

Merespons kondisi tersebut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Riau meminta pemerintah daerah memperketat pembatasan aktivitas luar ruangan untuk mencegah dampak buruk kesehatan warga. Selain itu, evaluasi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah di Riau juga diminta untuk diperpanjang.

Menurut Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Provinsi Riau, Dr. dr. Indra Yovi, Sp.P(K), paparan asap dalam durasi panjang berpotensi memicu serangan akut bagi penderita penyakit pernapasan kronis. Peningkatan konsentrasi partikel PM 2,5 secara langsung memperberat kerja organ pernapasan masyarakat.

"Paparan asap yang terjadi dalam waktu yang lama akan mengakibatkan mudahnya terjadi serangan pada orang-orang yang menderita asma, bronkiektasis dan PPOK. Pada orang-orang yang sedang ataupun pernah menderita TB maupun penyakit infeksi kronis lain juga akan mengakibatkan mudah terjadinya infeksi baru dan penurunan fungsi paru. Pasien asma dan PPOK juga bisa mengalami serangan yang mengancam jiwa yang ditandai dengan gagal napas," kata Indra Yovi.

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, PDPI Riau menyarankan agar pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota segera menyiapkan fasilitas bantuan medis tingkat darurat. Distribusi masker N95 atau masker bedah biasa secara masif juga perlu ditingkatkan kepada warga.

Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas fisik berintensitas tinggi di luar ruangan, seperti olahraga bersepeda dan jogging. Sebagai alternatif, penggunaan alat pemurni udara (air purifier) di dalam ruangan disarankan untuk mencegah polusi domestik.

"Masyarakat kami imbau untuk dapat menjaga kesehatan, seperti minum air putih yang cukup. Serta makan makanan yang sehat dan bergizi," ujar Indra Yovi.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Riau mulai mengoperasikan fasilitas penanganan medis gratis bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan. Langkah ini diambil guna memberikan perlindungan langsung kepada masyarakat terdampak asap di Kota Pekanbaru.

"Sesuai dengan arahan bapak Plt Gubernur. Hari ini kembali kita buka rumah oksigen yang berlokasi di Ruang Gurindam Kantor Dinas Kesehatan Riau, Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, Kamis (8/10/2026).

Fasilitas rumah oksigen ini dapat diakses oleh masyarakat umum setiap hari kerja tanpa dipungut biaya. Pengunjung yang membutuhkan pertolongan pertama penanganan paparan asap cukup mendatangi lokasi layanan di posko Diskes Riau.

"Kita buka pada jam kerja. Mulai pada pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB. Masyarakat yang merasakan gangguan pada sistem pernafasan, bisa langsung ke rumah oksigen, akan kita layani tanpa pungutan biaya apapun alias gratis," ujar Zulkifli.

Diskes Riau juga menyiagakan tim medis khusus beserta armada darurat di area posko pelayanan untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Penanganan medis awal akan langsung diberikan di tempat oleh petugas yang bersiaga.**/ian

 




 
Berita Lainnya :
  • ISPA Meningkat karena Asap, Pemprov Riau Sediakan Rumah Oksigen Gratis 
  •  
    Komentar Anda :

     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Politik
    + Ekonomi
    + Daerah
    + Hukrim
     
     

     

     
    + Internasional
    + Lifestyle
    + Budaya
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2025 berkabarnews.com, all rights reserved